6 Manfaat Sehat dari Makanan Pedas

Makanan pedas merupakan makanan yang unik. Menusuk lidah dengan sensasi panasnya, namun rasanya tetap disukai oleh banyak orang. Bahkan ada pula yang berprinsip, tidak bisa makan tanpa makanan pedas.

5 Kebiasaan yang Bikin Panjang Umur

Kita mungkin tidak dapat menang melawan penuaan yang terjadi secara alamiah. Namun dengan menjalani kebiasaan-kebiasaan sehat, tentu akan mencegah kita terkena penyakit seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes. Penyakit-penyakit tersebut dapat mempercepat proses penuaan yang menjadi penyebab kematian di usia muda.

rumah go green tanpa AC

Untuk membuat rumah sejuk sebenarnya tidak sulit, berikut beberapa langkah yang dapat membuat rumah anda menjadi sejuk dan menyenangkan tanpa menggunakan AC.

50 Persen Penyandang Lupus Mengalami Radang Ginjal

Penyakit lupus hingga kini belum diketahui penyebabnya. Bahkan gejala yang timbul pada setiap orang pun berbeda, sehingga menyulitkan ahli medis untuk cepat mendiagnosanya. Di Indonesia, hampir 50 persen penyandang lupus mengalami radang ginjal. 20 Persen di antaranya sampai harus cuci darah.

Begini Mekanisme Olahraga dalam Cegah Kanker Payudara

Berbagai riset menunjukkan, berolahraga secara teratur dapat membantu mencegah kanker payudara. Tetapi, bagaimana mekanisme yang terjadi di dalam tubuh saat olahraga sehingga dapat mencegah kanker payudara?

Tampilkan postingan dengan label lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lifestyle. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Mei 2013

5 Kebiasaan yang Bikin Panjang Umur

Kita mungkin tidak dapat menang melawan penuaan yang terjadi secara alamiah. Namun dengan menjalani kebiasaan-kebiasaan sehat, tentu akan mencegah kita terkena penyakit seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes. Penyakit-penyakit tersebut dapat mempercepat proses penuaan yang menjadi penyebab kematian di usia muda.

Kendati percepatan penuaan ataupun penuaan secara umum merupakan proses yang kompleks, lima kebiasaan ini dapat membantu melawannya.

1. Makan sayur dan buah beraneka warna
Orang yang makan kombinasi sayur dan buah beraneka warna secara konsisten memiliki laju perkembangan penyakit kronik yang lebih lambat. Selain berat badan lebih terjaga, bonusnya adalah lebih panjang umur.

Aneka warna dari sayur dan buah menunjukkan kandungan nutrien dan antioksidan yang berbeda, sehingga memberikan manfaat yang berbeda pula. Maka semakin banyak kombinasi sayur dan buah yang dimakan, maka semakin lengkap tubuh kita mendapat manfaat darinya.

2. Makan EPA dan DHA
Asam eikosapentaenoik (EPA) dan asam dokosaheksaenoik (DHA) merupakan kunci awet muda. Orang dengan kadar EPA dan DHA yang tinggi dalam darahnya memiliki risiko yang rendah untuk penyakit jantung dan laju penuaan kromosom yang lambat. Makanan mengandung EPA dan DHA antara lain ikan salmon, tuna, halibut, mackerel, dan sarden.

3. Sikat gigi teratur
Tidak hanya baik untuk kesehatan gigi dan mulut, sikat gigi teratur juga bikin panjang umur. Sikat gigi menghilangkan bakteri yang menyebabkan gigi keropos. Jika tidak dibersihkan, bakteri dapat bertambah banyak dan memasuki aliran darah sehingga menyebabkan inflamasi dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu, kesehatan gigi yang buruk telah dikaitkan dengan banyak risiko penyakit kronis.

4. Minum teh hijau
Teh hijau mungkin tidak dapat melawan sel kanker, namun dapat membantu menghilangkan tumpukan lemak berlebih yang menyebabkan percepatan proses penuaan. Menurut studi tahun 2010, teh hijau mengandung antioksidan epigalokatekin-3-galat (EGCG) dan kafein yang dapat membantu untuk mengurangi berat badan hingga 1,36 kg dalam 12 minggu dan mengecilkan lingkar pinggang.

5. Bergerak lebih banyak
Kurang bergerak aktif menyebabkan tubuh kehilangan massa otot yang mempercepat proses penuaan. Perubahan yang terjadi akibat umur pada otot dapat diperlambat dengan banyak bergerak aktif.

sumber

Nyeri Punggung Bisa Dipicu Salah Postur Duduk

Sebagian besar pekerja kantoran menghabiskan waktunya untuk duduk. Entah itu saat di kantor atau dalam perjalanan ke kantor. Kurangnya waktu bergerak, ditambah postur duduk yang salah menyebabkan para pekerja kantoran rentan mengalami nyeri fisik dan pegal-pegal.
Survei dari American Osteopathic Association menyatakan, dua dari tiga pekerja kantorkan merasakan nyeri fisik dalam enam bulan terakhir. Survei tersebut melibatkan 1.000 orang pekerja kantoran Amerika Serikat yang berusia minimum 18 tahun.
Hasil survei menunjukkan, dalam 30 hari terakhir ada 63 persen peserta yang merasakan nyeri punggung bawah, 58 persen di bahu, 33 persen di pergelangan tangan, dan 31 persen di punggung atas. Jadi apa yang menyebabkan demikian?
Hampir seperempat dari peserta berpikir bahwa nyeri yang dialami merupakan bagian umum dari pekerjaan mereka. Dokter ahli tulang dan juru bicara AOA Lisa DeStefano mengatakan, orang menghabiskan banyak waktu di depan meja yang menyebabkan kelelahan otot dari postur mereka. Padahal pekerjaan seharusnya tidak menyebabkan nyeri fisik.
DeStefano menyarankan, jika Anda menghabiskan banyak waktu di depan meja, penting juga untuk melakukan jeda setiap beberapa waktu untuk mengistirahatkan otot-otot dengan cara berdiri. Ketika berdiri, otot-otot kaki akan bekerja dan darah mengalir lebih lancar.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memastikan postur tubuh Anda baik selama bekerja. 
1. Tinggi monitor
Posisikan monitor pada tinggi yang segaris dengan pandangan mata. Jaga posisi kepala Anda segaris dengan monitor untuk meringankan beban leher dan bahu.
2. Jarak monitor
Pastikan jarak mata dengan komputer Anda mencapai jarak ideal yaitu sekitar 50 cm.
3. Siku, lengan, pergelangan tangan
Jaga posisi siku dan lengan atas sejajar dengan lantai. Posisikan keyboard dengan tepat agar Anda mampu untuk mencapainya dengan menggeser siku.
4. Punggung Duduk
Duduklah dengan posisi yang tegap dengan panggul ditarik ke depan sehingga membuat otot bahu dan leher lebih rileks.
5. Kursi
Boleh-boleh saja bersandar di kursi, namun pastikan panggul tetap ditarik ke depan. Saat bersandar, tarik kursi Anda beberapa sentimeter.
6. Kaki
Pastikan kedua kaki Anda menapak di lantai dan jangan menyilangkan kaki. Jika kaki Anda tak sampai menapak, gunakan pengganjal di bawah kaki.

Begini Mekanisme Olahraga dalam Cegah Kanker Payudara

Berbagai riset menunjukkan, berolahraga secara teratur dapat membantu mencegah kanker payudara. Tetapi, bagaimana mekanisme yang terjadi di dalam tubuh saat olahraga sehingga dapat mencegah kanker payudara?

Menurut sebuah studi baru, olahraga dapat mengubah cara tubuh wanita memetabolisme hormon estrogen. Hal ini dapat membantu menjelaskan bagaimana aktivitas aerobik dapat mengurangi risiko kanker payudara pada wanita.

Ketua studi Mindy Kurzer, profesor dari departemen ilmu gizi dan nutrisi di University of Minnesotta di Saint Paul Amerika Serikat, mengatakan, studi sebelumnya memang sudah menunjukkan olahraga dapat mengurangi risiko kanker payudara, tetapi belum ada studi klinis yang menjelaskan mekanisme di balik ini.

"Studi ini menunjukkan olahraga aerobik memengaruhi cara tubuh untuk memecah estrogen untuk memproduksi metabolit "baik" lebih banyak sehingga mengurangi risiko kanker payudara," tuturnya.

Studi yang dipublikasi dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention ini melibatkan 400 wanita muda sehat, tetapi jarang berolahraga. Mereka dibagi menjadi dua kelompok. Mereka semua belum mengalami menopause yang berarti tubuh mereka masih memproduksi hormon estrogen dengan baik.

Kelompok pertama dibiarkan tidak berolahraga, sedangkan kelompok kedua diminta berolahraga moderat 30 menit lima kali seminggu selama 16 minggu. Kelompok kedua menggunakan peralatan seperti trademill atau tangga untuk berolahraga.

Sebelum dan sesudah 16 minggu tersebut, para peneliti menganalisis sampel urine dari kedua kelompok. Seusai studi, mereka menemukan wanita yang berada dalam kelompok olahraga memiliki kadar metabolit estrogen yang lebih tinggi yang dapat mengurangi risiko kanker payudara.

"Olahraga sudah diketahui dapat meningkatkan kesehatan jantung, bahkan olahraga juga dapat membantu mencegah kanker payudara dengan mengubah metabolisme estrogen," ujar Kurzer.

Studi ini sedang dikembangkan bagi wanita yang berisiko tinggi kanker payudara.


sumber